Posted by : Joko
23 Mar 2016

Nama: Ishaq (Ishak) bin Ibrahim
Garis Keturunan: Adam
as ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qainan
⇒ Mahlail ⇒ Yarid ⇒ Idris as ⇒ Mutawasylah ⇒ Lamak ⇒ Nuh as ⇒ Sam ⇒
Arfakhsyadz ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra'u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Azar ⇒ Ibrahim as ⇒ Ishaq as
Usia: 180 tahun
Periode sejarah: 1897 - 1717 SM
Tempat diutus (lokasi): Kota al-Khalil (Hebron) di
daerah Kan'an (Kana'an)
Jumlah keturunannya (anak): 2 anak
Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron)
Sebutan kaumnya: Bangsa Kan'an
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak 17 kali
Ishaq (Standar Yiz.h.aq, Tiberian Yis.h.a-q) adalah
putra kedua Nabi Ibrahim setelah Ismail. Ibunya bernama Sarah yang juga
merupakan orang tua dari Nabi Yaqub. Nabi Ishaq diutus untuk masyarakat
Kana'an, khususnya di kota Hebron (al-Khalil), karena kaumnya tidak mengenal
Allah. Kisah Nabi Ishaq sangat sedikit diceritakan dalam Al-Qur'an. Nabi Ishaq
disebutkan dalam Al-Qur'an sebanyak 17 kali.
Nama Ishaq berasal dari bahasa Yahudi Yis.h.a-q yang
berarti tertawa/tersenyum. Kata itu didapatkan dari ibunya, Sarah yang
tersenyum tidak percaya ketika mendapatkan kabar gembira dari malaikat Jibril.
Sebelum kelahiran Ishaq, Sarah dan suaminya, Ibrahim,
mendapat kabar gembira dari Allah melalui malaikat Jibril. Dalam pesan itu
malaikat Jibril menyampaikan bahwa Sarah akan melahirkan seorang anak laki-laki
bernama Ishaq yang kelak akan menjadi seorang nabi. Namun, Sarah tersenyum
karena merasa heran dan aneh. Dia merasa aneh karena tidak mungkin dia dan
suaminya dapat memberi keturunan jika usia mereka sudah cukup tua, yaitu Sarah
berusia 90 tahun dan Nabi Ibrahim 120 tahun. Ishaq pun akhirnya terlahir di
kota Hebron di daerah Kana'an pada tahun 1897 SM.
Ishaq merupakan anak kedua dari Nabi Ibrahim dan Sarah
setelah Ismail. Bersama Ismail, ia mejadi penerus ayahnya untuk berdakwah di
jalan Allah. Ketika Ibrahim telah sangat tua, Ishaq belum juga menikah. Ibrahim
tidak mengizinkan Ishaq menikah dengan wanita Kana'an karena masyarakatnya
tidak mengenal Allah dan asing terhadap keluarganya. Karena itu, Ibrahim
memerintah seorang pelayan untuk pergi ke Harran, Irak dan membawa seorang
perempuan dari keluarganya. Perempuan yang dimaksud itu adalah Rafqah binti
Batuwael bin Nahur, saudara Ibrahim yang kemudian dinikahkan dengan Ishaq.
Setelah 10 tahun Ishaq menikah dengan Rafqah, lahirlah
dua anak kembar. Anak pertama diberi nama Al-Aish dan anak kedua Yaqub yang
lahir dengan memegang kaki saudaranya. Dari Ishaq-lah kemudian terlahir
nabi-nabi Bani Israil.
Ishaq meninggal pada tahun 1717 SM, pada usia 180 tahun.
Diberdayakan oleh Blogger.







