Posted by : Joko
2 Apr 2016
Keadaan Pada Hari Kiamat

Diriwayatkan
dari Ibn Abbas ra. : Nabi Saw. pernah bersabda, “(pada hari kiamat) kalian
akan dikumpulkan dalam keadaan kaki dan tubuh telanjang dan tidak dikhitan.”
Nabi
kemudian membaca ayat : sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama
begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati;
sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. (QS. Al Anbiya:104).
Kemudian
Nabi Saw. Bersabda, “yang pertama kali akan berpakaian pada hari kiamat
adalah Ibrahim; sejumlah sahabatku akan dibangkitkan ke dalam golongan kiri dan
aku akan berkata, ‘sahabatku, sahabatku!’. Lalu akan dikatakan, ‘mereka melakukan
pembangkangan sepeninggalmu’. Kemudian aku akan berkata sebagaimana hamba Allah
yang saleh (Isa) berkata: dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku
berada di antara mereka. Tetapi setelah Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang
mengawasi mereka. Dan Engkau adalah saksi atas segala sesuatu. Jika Engkau
mengazab mereka, mereka adalah hamba-hambaMu. Jika Engkau mengampuni mereka,
sungguh Engkau-lah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (QS. Al Maidah:117-118)
(Diriwayatkan dari Ibn Abi Mulaikah) : kapan pun Aisyah mendengar segala sesuatu yang tidak dimengerti, dia bertanya lagi hingga dia dapat memahami dengan sempurna. (Aisyah berkata) : pada suatu hari Nabi Muhammad Saw. Bersabda, “siapa pun yang dipanggil untuk perhitungan (pada yaumul hisab) sudah pasti akan dihukum.” Aku berkata, “Bukan Allah Azza wa Jalla berkata: Maka dia akan dibuat perhitungan dengan mudah (QS Al Insyiqaq {84}:8) Nabi Muhammad Saw. Menjawab,”ini artinya sekedar diperlihatkan catatan amalnya, tetapi siapa pun yang dipanggil untuk perhitungan amal-amalnya, niscaya akan binasa (di Neraka)”
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Al Ash r.a. : aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda , “ Allah tidak akan mengambil kembali ilmu (agama) dengan (cara) mengambilnya dari (dalam hati) manusia, tetapi mengambilnya kembali dengan kematian para ulama sampai tidak bersisa, lalu orang-orang akan mengambil orang-orang bodoh sebagai pemimpinnya yang bila orang-orang itu bertanya kepada mereka, mereka akan memberikan jawaban-jawaban yang tidak didasarkan pada ilmu. Maka mereka akan berada dalam kesesatan dan menyesatkan orang-orang”
(Diriwayatkan dari Ibn Abi Mulaikah) : kapan pun Aisyah mendengar segala sesuatu yang tidak dimengerti, dia bertanya lagi hingga dia dapat memahami dengan sempurna. (Aisyah berkata) : pada suatu hari Nabi Muhammad Saw. Bersabda, “siapa pun yang dipanggil untuk perhitungan (pada yaumul hisab) sudah pasti akan dihukum.” Aku berkata, “Bukan Allah Azza wa Jalla berkata: Maka dia akan dibuat perhitungan dengan mudah (QS Al Insyiqaq {84}:8) Nabi Muhammad Saw. Menjawab,”ini artinya sekedar diperlihatkan catatan amalnya, tetapi siapa pun yang dipanggil untuk perhitungan amal-amalnya, niscaya akan binasa (di Neraka)”
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Al Ash r.a. : aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda , “ Allah tidak akan mengambil kembali ilmu (agama) dengan (cara) mengambilnya dari (dalam hati) manusia, tetapi mengambilnya kembali dengan kematian para ulama sampai tidak bersisa, lalu orang-orang akan mengambil orang-orang bodoh sebagai pemimpinnya yang bila orang-orang itu bertanya kepada mereka, mereka akan memberikan jawaban-jawaban yang tidak didasarkan pada ilmu. Maka mereka akan berada dalam kesesatan dan menyesatkan orang-orang”
Diberdayakan oleh Blogger.







