Posted by : Joko
24 Mar 2016
Umar bin Khatab
Lahir 40
tahun sebelum hijrah Rasulullah. Nama lengkapnya Umar bin Khottob bin Nafail
bin Abdul ‘Izzy al-Qursy. Nama pangilannya adalah Abu Hafsh (anak singa).
Ayahnya, al-Khottob bin Nufail al-Adwy adalah seorang yang gagah berani. Ibunya,
Hantamah binti Hasyim bin al-Mughiroh. Gelarnya al-Faaruq (pembeda/pemisah
antara yang benar dengan yang batil). Pada masa jahiliyah menikah dengan
kerabat dekatnya, Ummu Kultsum binti Jaruul. Sesudah masuk Islam, menikah dengn
Zaenab bin Ma’dhun, Ummu Kultsum binti Ali ra., Jamilah binti Tsabit, Ummu
Hakim binti al-Harits, ‘Atakah binti Zaid, Sabi’ah binti al-Harits. Dari
perkawinannya lahir 12 anak. 6 anak laki-laki; Abdullah, Abdurrahman, Zaid,
Ubaidillah, ‘Ashim dan ‘Iyadh. 7 anak perempuan; Hafsah,Roqiyah, Fatimah,
Shofiyah, Zainab dan Ummul Walid.
Beliau
memeluk Islam pada tahun ke-enam dari kenabian Muhammad SAW pada waktu berumur
27 tahun. Dari Ibn Umar diceritakan bahwa Rasulullah berdo’a, “Ya Allah
muliakan Islam dengan salah satu dari orang yang lebih Engkau cintai; Abu Jahal
atau Umar bin Khottob.” “Dan orang yang paling Allah cintai adalah Umar bin
Khottob” kata Rasulullah (HR.Ahmad). Sebab beliau orang pertama yang menyatakan
secara terang-terang keislamannya.
Semasa
remaja, beliau terkenal sangat keras dan kuat pendirianya di kalangan kaum
Quraisy. Pandai membaca dan menulis. Di masa jahiliyah beliau juga dikenal
sebagai duta besar dan sangat disegani. Mengenai pribadinya, as-Syifa’ binti
Abdullah berkata; “Kalau sudah bicara, suaranya terdengar kemana-mana, kalau
jalan cepat, kalau mukul buat orang sakit. Sesunguhnya beliau adalah seorang
ahli ibadah (an-naasik).”
Dalam
sejarah Islam permulaan tahun dan penanggalan dimulai dari peristiwa hijrahnya
Rasulullah dari Mekkah ke Madinah.
Sebelum
masuk Islam, beliau adalah orang yang sangat benci dan menentang Islam. Maklum,
beliau adalah orang yang disegani di kalangan Quraisy karena wataknya yang
keras dan susah kompromi. Disamping itu beliau adalah ‘ikon pejuang’ kebanggaan
sukunya. Konon ceritanya “sekiranya keledai Umar masuk Islam, tidak mungkin
Umar akan ikut masuk Islam.”
Sejarah
masuknya Umar dalam ajaran Islam sangatlah unik dan menarik. Disebutkan bahwa
suatu hari Umar sedang jalan. Tiba-tiba terdengar suara orang mengaji al-Qur’an.
Didatangilah suara aneh itu. Maklum suara itu belum pernah didengarnya sebalum
itu. Sampailah Umar ke sumber suara itu. Ternyata dilihatnya Khobab bin ar-Art
sedang mengajari ngaji Fatimah, saudaranya. Seketika Umar wajahnya sangat geram
dan memukul Fatimah. Umar meminta supaya mushaf itu diberikannya. Tapi Fatimah
menolaknya kecuali dengan syarat kalau Umar sudah bersuci dulu. Lalu Umar pun
memenuhi syarat itu. Umar pun kemudian bersuci dengan mandi. Setelah itu
dibacanya mushaf al-Qur’an itu. Waktu itu yang dibaca surat Thoha. Tanpa
disadari Allah telah membukakan hatinya. Kemudian Umar pergi ke rumah al-Arqom
bin ar-Arqom dan menyatakan masuk Islam di depan Rasulullah tiga hari setelah
Hamzah bin Abdul Mutholib masuk Islam. Menurut pendapat yang masyhur, beliau
masuk Islam pada tahun ke-6 kenabian Muhammad. Orang nomer 40 dalam urutan
orang-orang yang masuk Islam. Masuknya Umar dalam ajaran Islam adalah bukti
dari kecintaan dan kemulian Allah. Begitu juga jawaban atas do’a yang pernah
dibacakan Rasulullah. Suatu ketika Rasulullah pernah berdoa; “Ya Allah,
tinggikan dan muliakan Islam salah satu dari orang yang paling Engkau cinta;
Abu Jahal danUmar bin Khotob.” (HR.at-Tirmidhi,hadits hasan sohih ghorib).
Masuknya Umar dalam barisan orang-orang Islam waktu itu merupakan kegembiraan
dan menjadi penyemangat bagi yang lain. Sebab beliau diantara orang yang
berpengaruh di kaumnya. Maka dengan masuknya Islam, sedikit banyak mempengaruhi
‘imej’ masyarakat. Dalam hal ini Ibn Mas’ud berkata; “Kami masih tetap menjadi
mulia sejak Umar masuk Islam.” Mengenai keislamanya Rasulullah
berkata; “Sesunguhnya Allah telah menjadi kebanaran agama (Islam)
melalui lisan/ucapan Umar dan (keteguhan) hatinya”(HR.Tirmidhi). Di
hadits lain disebutkan; “ Dahulu kala umat-umat sebelum kalian mempunyai
pahlawan yang selalu menjadi buah bibir (pembicaraan), sekiranya umatku
dibandingkan dengan umat-umat terdahalu, maka Umar bin Khotob pahlawannya
(HR.Bukhori). Mengenai pribadinya Rasulullah berkata; “Demi Jiwaku yang ada di
genggam-Nya, syetan tidak akan mungkin dapat menghalangi jalanmu, melainkan
jalan orang selain kamu” (HR. Bukhori).
Ada enam
perkara yang diusulkan Umar hingga akhirnya turun wahyu membenarkan usulannya
itu.
Pertama; mengenai haramnya khomer. Maka turunlah ayat larangan minum khomer.
Kedua; usulan
supaya tawanan perang Badr dibunuh dan tidak boleh menerima tebusan darinya.
Maka turunlah ayat yang menguatkan pendapatnya itu.
Ketiga; usulan
supaya istri-istri Rasulullah memakai hijab (kerudung). Maka turunlah ayat yang
memerintahkan memakai hijab.
Keempat; usulan
supaya orang-orang munafik yang meninggal tidak usah disholati. Maka turunlah
ayat yang melarang sholat mayit untuk orang-orang munafik.
Kelima; usulan
untuk melakukan sholat di maqom (tempat) Ibrahim. Maka turunlah ayat yang
memerintahkan sholat di maqom Ibrahim.
Keenam; ketika
istri-istri saling cemburu terhadap Rasulullah, Umar berkata; “Semoga saja
Tuhannya menganti istri-istri yang lebih baik dari kalian sekiranya memang
menceraikan kalian.” Dari situlah turun surah at-Tahrim dan menjadi bagian dari
ayat-ayatnya. Begitupula diantara pendapatnya adalah memerangi orang-orang yang
murtad dan menunda memerangi orang-orang yang engan membayar zakat karena
kondisi negara yang sangat lemah. Tetapi pendapatnya itu ditolak Abu Bakar.
Akhirnya pun Umar menerima pendapat Abu Bakar setelah Allah memberikan
pencerahan dalam hatinya.
Setelah
wafatnya Rasulullah, beliau orang yang pertama membaiat Abu Bakar menjadi
kholifah. Sebelum wafatnya Abu bakar, kholifah pertama, beliau pernah
mencalonkan Umar untuk mengantikannya. Setelah dipilih menjadi kholifah,
pertama-tama yang dilakukan adalah memerangi orang-orang murtad (keluar dari
Islamm) hingga para tawanan tidak menjadi cacat dan cela bagi bagi bangsa Arab.
Pada masa kekholifannya, beliau berhasil mentaklukan Syam (Syiria), Irak,
Persia (Iran), Mesir, Barqoh, Barat Tripolis, Azarbaijan, Nahawan dan Jarjan.
Begitu juga pada masanya dibangun kota Kuffah, Basroh dan Fustat (kota Mesir
kuno). Beliau adalah sosok yang sangat penyayang dengan rakyatnya dan penuh
perhatian terhadap kepentingan rakyatnya. Diceritakan bahwa beliau datang
menjumpai rakyatnya dengan menyamar sebagai orang biasa. Beliau ingin mendengar
langsung keluhan rakyat dan memenuhi kebutuhannya. Dengan cara ini, beliau
ingin mengajarkan kepada umat Islam bahwa penguasa adalah pembantu rakyat.
Hidupnya didedikasikan dan curahkan untuk membantu rakyat.
Sebelum
wafatnya, beliau pernah mimpi melihat seekor ayam jago mematuk tubuhnya. Mimpi
itu ditakwilkan bahwa ajalnya sudah dekat. Tidak lama sesudah mimpi itu,
tepatnya tahun 23 H, ketika sedang sholat subuh, Abu Lukluk al-Fairuz menikam
tubuhnya dengan pisau. Abu Lukluk adalah anak al-Mughiroh bin Syu’bah, orang
persia yang beragama Majusi. Lukanya cukup parah hingga hanya bertahan tiga
hari. Dan setelah itu wafat sebagai seorang syahid yang berjuang di jalan
Allah. Selama menahan sakit akibat tikaman pisau, beliau memilih dan
merekomendasi 6 sahabat supaya kaum muslimin memilih satu diantara calon
kholifah itu. Akhirnya terpilihlah Utsman sebagai pengantinya.
Beliau
dimakamkan di kamar Aisyah berdampingan dengan makam Rasulullah dan Abu Bakar.
Masa kekhalifahnya 10 tahun,6 bulan dan 4 hari. Umur beliau ketika wafat 63
tahun seperti umur Rasulullah dan Abu Bakar ketika wafat.
Diantara
prestasi selama menjadi kholifah yaitu membuat pembukuan mengenai anggaran
negara dan pengunaan alat-alat negara untuk dipertanggungjawabkan di depan
rakyat. Hingga kemudian melahirkan undang-undang pengunaan alat negara (min
aina hadha?). Dalam sejarah Islam, beliau orang pertama yang mengunakan
penanggakan Hijriah, orang pertama yang digelari Amirul Mukminin, orang pertama
yang berjalan kaki untuk menjenguk rakyatnya pada waktu malam, orang pertama
kali yang mengadakan muktamar para penguasa dan pemimpin kaum pada musim
tertentu, orang pertama kali yang mengunakan mutiara untuk perhiasan, orang
pertama yang melakukan sholat tarawih dengan berjamaah, orang pertama yang
menghidupkan malam-malam ramadhan, orang pertama yang melakukan sholat jenazah
berjamaah dengan 4 takbir, orang pertama yang memberi hadiah untuk penghafal
al-Qur’an, orang pertama yang menjadikan khilafah sebagai lembaga musyawarah.
Disamping itu beliau juga menyuruh umat Islam (waktu itu) untuk melakukan
sholat sunnah tarawih di bulan Ramadhan secara berjama’ah dengan tujuan untuk
mengeratkan ukhuwah dan menjaga syiar agama.
Diantara
nasehat dan petuahnya;
“Suatu
perkara akan menjadi baik jika memenuhi tiga hal; melaksanakan amanah, memberi
contoh dan menghukumi dengan hukum Allah.”
“Harta
menjadi barokah dan bermakna jika memenuhi tiga hal; diperolehnya dengan cara
yang hak, diberikan dengan cara yang hak dan tidak tercampuri barang batil
(haram/bukan haknya).”
“Wahai
Ahnaf, barangsiapa banyak tertawa, wibawanya berkurang dan barangsiapa suka
bergurau, maka akan diremehkan, barangsiapa memperbanyak sesuatu maka akan
dikenal dengan barang itu, siapa banyak bicara banyak salahnya, siapa banyak
salahnya sedikit rasa malunya, siapa sedikit rasa malunya maka sedikit pula
wara’nya (sikap hati2 dalam menjaga yang haram) dan siapa yang sedikit
wara’nya, maka hatinya mati.”
Mengenai
wasiatnya. Hayyawah bin Syarih berkata bahwa pada waktu mengutus tentara ke
medan perang beliau berkata, “Hendaklah kalian tetap menjaga takwa kepada
Allah.” Bismillah dan atas pertolongan Allah. Tanda-tangani perjanjian ini
dengan memohon pertolongan Allah dan kemenangan. Dan selalu berlaku benar dan
sabar. Perangilah orang kafir dan jangan kalian melampui batas. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang melampui batas. Kemudian jangan kalian lari
ketika bertemu musuh dan jangan berprilaku buruk, berlebih-lebihan dalam
bersikap, banyak ngobrol ketika berperang. Jangan bunuh wanita, orang tua, anak
kecil…”
Diantara doa
yang biasa beliau lakukan adalah;
“Allahumma tawaffani ma’al abror, wala tukholifni fil asror, wa qini
‘azabannar, wa alhiqni bil abror”
Beliau wafat
setelah terkena tikaman pada pagi hari Rabu, Dzulhijjah 23 Hijriah. waktu itu
berumur 63 tahun seperti umurnya Rasulullah dan Abu Bakar ketika wafat. Masa
kekhalifahannya 10 tahun, 5 bulan dan 21 hari.
Selama
hidupnya, beliau telah meriwayatkan kurang lebih 527 hadits, diantara riwayat
haditsnya; suatu ketika Rasulullah bersabda; “Sesungguhnya amalan
(perbuatan) itu bergantung pada niatnya. Dan setiap seseorang itu mendapatkan
apa yang diniatkan. Barangsiapa berhijrah karena ingin mendapatkan kenikmatan
dunia atau wanita yang hendak dinikahi maka hijrahnya itu tidak diniatkan untuk
Allah tapi untuk kenikmatan dunia dan wanita.”
Diberdayakan oleh Blogger.







