Posted by : Joko
24 Mar 2016

Nama: Luth bin Haran
Garis Keturunan: Adam as ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qainan
⇒ Mahlail ⇒ Yarid ⇒ Idris as ⇒
Mutawasylah ⇒ Lamak ⇒ Nuh as ⇒ Sam ⇒
Arfakhsyadz ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra'u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Azar ⇒ Haran ⇒ Luth
as
Usia: 80 tahun
Periode sejarah: 1950 - 1870 SM
Tempat diutus (lokasi): Sodom dan Amurah (Laut Mati
atau Danau Luth)
Jumlah keturunannya (anak): 2 putri (Ratsiya dan
Za'rita)
Tempat wafat: Desa Shafrah di Syam (Syria)
Sebutan kaumnya: Kaum Luth
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak 27 kali
Nabi Luth adalah rasul yang tidak
termasuk kelompok Ulul Azmi. Beliau diutus Allah pada masa kerasulan pamannya,
Nabi Ibrahim. Hal ini sebagaimana terekam dalam firman-Nya, "Maka Luth membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia
(Ibrahim) berkata, 'Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang
diperintahkan) Rabbku. Sungguh, Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana,"
(QS. Al-'Ankabut [29]: 26).
Semula dia menetap bersama pamannya di kota al-Khalil
(Hebron). Kemudian, Luth berhijrah ke kota Sodom yang sekarang terletak di
wilayah lembah Jordania. Penduduk daerah tersebut biasa berbuat keji dan hina;
menyalahi fitrah manusia yang sehat. Mereka biasa melakukan homoseksual. Dalam
hal ini, Allah berfirman, "(Kami juga telah
mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, 'Mengapa kalian melakukan
perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kalian (di
dunia ini)?' Sungguh, kalian telah melampiaskan syahwat kalian kepada sesama
lelaki bukan kepada perempuan. Kalian benar-benar kaum yang melampaui batas.
'Dan jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata, 'Usirlah mereka (Luth dan
pengikutnya) dari negeri kalian ini, mereka adalah orang yang menganggap
dirinya suci,"(QS. Al-A'raf [7]: 80-82).
Nabi Luth pun mulai berdakwah agar kaumnya menyembah
Allah, tidak menyekutukan-Nya, seta meninggalkan perbuatan keji dan mungkar.
Namun, di saat beliau berulang kali mengingatkan mereka tentang akibat
perbuatan itu, mereka menjawab, "Wahai Luth, jika kami tidak berhenti dari
ajakanmu, kamu benar-benar akan diusir dari sini.
"Mereka semakin gusar dengan dakwah Nabi Luth dan akhirnya memutuskan
mengusir beliau, seperti yang diabadikan dalam al-Qur'an, "Mereka
menjawab, 'Wahai Luth, jika engkau tidak berhenti, engkau termasuk orang-orang
yang terusir," (QS. Asy-Syu'ara' [26]: 167).
Sebagaimana yang mereka ancamkan, mereka pun mengusir
Luth setelah mengobarkan kemarahan atas dakwah Luth. Jawab kaumnya tidak lain
hanya mengatakan, 'Usirlah mereka (Luth dan
pengikutnya) dari negeri kalian ini, mereka adalah orang yang menganggap
dirinya suci," (QS. Al-A'raf [7]: 82).
Tatkala Allah menghancurkan mereka yang berbuat keji
dan hina itu, Dia mengutus para malaikat untuk menghancurkan dan membalikkan
kediaman mereka. Kaum Luth memiliki lima desa dan berpenduduk 400.000 jiwa. Di
dalam perjalanan, para malaikat berjumpa dengan Nabi Ibrahim dan memberi kabar
gembira berupa kelahiran seorang anak yang sangat penyabar. Selain itu mereka
juga menginformasikan bahwa mereka sedang menuju perkampungan kaum Luth,
penduduk Sodom dan Amurah. Allah memerintahkan mereka untuk menghancurkan
tempat tersebut penduduknya yang berbuat hina dan nista.
Mendengar informasi itu, Nabi Ibrahim
mengkhawatirkan keponakannya, Nabi Luth, dia termasuk di antara mereka yang
terkena imbas bencana tersebut. Beliau pun berkata kepada malaikat bahwa Luth
berada di sana. Para malaikat mengatakan bahwa Allah akan menyelamatkan dia
beserta keluarga dan pengikutnya yang beriman dari adzab yang akan menimpak
kaum nya yang ingkar, sebagaimana firman Allah, "Ketika
utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira,
mereka mengatakan. 'Sungguh, kami akan membinasakan penduduk kota (Sodom) ini
karena penduduknya sungguh orang-orang zhalim. 'Ibrahim berkata,
"Sesungguhnya di kota itu ada Luth.' Mereka (para malaikat berkata, kami
lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami pasti akan menyelamatkan did
adan para pengikutnya kacuali istrinya. Dia termasuk orang-orang yang
tertinggal (dibinasakan).' Dan ketika para utusan kami (para malaikat) datang
kepada Luth, dia merasa bersedih hati karena (kedatangan) mereka, dan (merasa)
tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka, dan mereka (para utusan)
berkata, 'Janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedihhati. Sesungguhnya
Kami akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikutmu kecuali istrimu. Dia termasuk
orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).' Sesungguhnya Kami akan menurunkan
adzab dari langit kepada penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik. Dan
sungguh tentang itu telah Kami tinggalkan suatu tanda yang nyata bagi
orang-orang yang mengerti," (QS. Al-'Ankabut [29]: 31-35).
Daerah Sodom dan Amurah saat ini
Daerah yang tertimpa azab yaitu daerah Sodom dan
Amurah, saat ini dikenal dengan "Laut Mati" atau "Danau
Luth". Sebagian ilmuwan mengatakan bahwa sebelum terjadi peristiwa
tersebut, Laut Mati belum ada. Laut Mati terbentuk dari gempa yang membalik
negeri itu dan posisinya menjadi lebih rendah dari permukaan laut. Para
arkeolog telah menemukan sebagian peninggalan dari kota-kota yang dijungkirkan
tersebut di pesisir pantai Laut Mati.
Nabi Luth diutus Allah
Luth adalah salah satu nabi yang diutus untuk negeri
Sodom (Sadum). Ia adalah anak keponakan dari Nabi Ibrahim. Ayahnya yang bernama
Haran bin Azar adalah saudara sekandung dari Nabi Ibrahim. Ia beriman kepada
bapa saudaranya Nabi Ibrahim mendampinginya dalam semua perjalanan dan sewaktu
mereka berada di Mesir berusaha bersama dalam bidang perternakan yang berhasil
dengan baik. Semula dia menetap bersama pamannya di kota al-Khalil (Hebron).
Kemudian, Luth berhijrah ke kota Sodom yang sekarang terletak di wilayah lembah
Jordania.
Masyarakat Sodom adalah masyarakat yang rendah paras
moralnya dan rusak akhlak. Masyarakat Sodom tidak mempunyai pegangan agama atau
nilai kemanusiaan yang beradab. Maksiat dan kemungkaran bermaharajalela dalam
pergaulan hidup mereka. Pencurian dan perampasan harta milik merupakan kejadian
hari-hari di mana yang kuat menjadi kuasa sedang yang lemah menjadi korban
penindasan dan perlakuan sewenang-wenang. Maksiat yang paling menonjol yang
menjadi ciri khas hidup mereka adalah perbuatan homoseksual di kalangan
lelakinya dan lesbian di kalangan wanitanya. Kedua-dua jenis kemungkaran ini
begitu bermaharajalela di dalam masyarakat sehinggakan ianya merupakan suatu
kebudayaan bagi kaum Sodom.
Seorang pendatang yang masuk ke Sodom tidak akan
selamat dari diganggu oleh mereka. Jika ia membawa barang-barang yang berharga
maka dirampaslah barang-barangnya, jika ia melawan atau menolak menyerahkannya
maka nyawanya tidak akan selamat. Akan tetapi jika pendatang itu seorang lelaki
yang bermuka tampan dan berparas elok maka ia akan menjadi rebutan di antara
mereka dan akan menjadi korban perbuatan keji lelakinya dan sebaliknya jika si
pendatang itu seorang perempuan muda maka ia menjadi mangsa bagi pihak
wanitanya pula.
Kepada masyarakat yang sudah sedemikian rupa
keruntuhan moralnya dan sedemikian paras penyakit sosialnya diutuslah nabi Luth
sebagai pesuruh dan Rasul-Nya untuk mengangkat mereka dari lembah kenistaan
,kejahilan dan kesesatan serta membawa mereka alam yang bersih ,bermoral dan
berakhlak mulia. Nabi Luth mengajak mereka beriman dan beribadah kepada Allah
meninggalkan kebiasaan mungkar menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan
kejahatan yang diilhamkan oleh iblis dan setan. Ia memberi penerangan kepada
mereka bahwa Allah telah mencipta mereka dan alam sekitar mereka tidak meredhai
amal perbuatan mereka yang mendekati sifat dan tabiat kebinatangan dan tidak
sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan bahwa Allah akan memberi ganjaran
setimpal dengan amal kebajikan mereka. Yang berbuat baik dan beramal soleh akan
diganjar dengan syurga di akhirat sedang yang melakukan perbuatan mungkar akan
di balaskannya dengan memasukkannya ke dalam neraka Jahanam.
Nabi Luth berseru kepada mereka agar meninggalkan adat
kebiasaan iaitu melakukan perbuatan homoseksual dan lesbian. Luth menyatakan
perbuatan itu bertentangan dengan fitrah dan hati nurani manusia serta
menyalahi hikmah yang terkandung didalam penciptaan manusia menjadi dua jenis
iaitu lelaki dan wanita. Juga kepada mereka di beri nasihat dan diajukan supaya
menghormati hak dan milik masing-masing dengan meninggalkan perbuatan
perampasan, perompakan serta pencurian yang selalu mrk lakukan di antara sesama
mereka dan terutama kepada pengunjung yang datang ke Sodom. Diterangkan bahwa
perbuatan-perbuatan itu akan merugikan mereka sendiri, karena perbuatan itu
akan menimbulkan kekacauan dan ketidak amanan di dalam negeri sehingga
masing-masing dari mereka tidak merasa aman dan tenteram dalam hidupnya.
Demikianlah Nabi Luth, melaksanakan dakwahnya sesuai
dengan tugas risalahnya.Ia tidak henti-henti menggunakan setiap kesempatan dan
dalam tiap pertemuan dengan kaumnya secara berkelompok atau secara berseorangan
mengajak agak mereka beriman dan percaya kepada Allah dan menyembah-Nya.
Diajaknya Luth terhadap kaumnya untuk melakukan amal soleh dan meninggalkan
perbuatan maksiat dan mungkar. Akan tetapi keruntuhan moral dan kerusakan
akhlak sudah hidup lama di dalam pergaulan sosial mereka dan pengaruh hawa
nafsu dan penyesatan setan sudah begitu kuat menguasai tindak-tanduk mereka,
maka dakwah dan ajakkan Nabi Luth yyang dilaksanakan dengan kesabaran dan
ketekunan tidak mendapat tempat di dalam hati dan pikiran mereka dan berlalu
laksana suasana teriakan di tengah-tengah padang pasir .Telinga-telinga mereka
sudah menjadi pekak bagi ajaran-ajaran Nabi Luth sedang hati dan pikiran mereka
sudah tersumbat rapat dengan ajaran -ajaran setan dan iblis.
Akhirnya kaum Luth merasa dan kesal hati mendengar
dakwah dan nasihat-nasihat Nabi Luth yang tidak putus-putus itu dan minta agar
ia menghentikan aksi dakwahnya atau menghadapi pengusir dirinya dari Sodom
bersama semua keluarganya. dari pihak Nabi Luth pun sudah tidak ada harapan
lagi masyarakat Sodom dapat terangkat dari lembah kesesatan dan keruntuhan
moral mereka dan bahwa meneruskan dakwah kepada mereka yang sudah buta-tuli
hati dan pikiran serta mensia-siakan masa. Ubat satu-satunya, menurut pikiran
Nabi Luth untuk mencegah penyakit akhlak itu yang sudah parah itu menular
kepada tetangga-tetangga dekatnya, ialah dengan membasmikan mereka dari atas
bumi sebagai pembalasan ke atas terhadap kekerasan kepala mereka juga untuk
menjadi ibrah dan pengajaran umat-umat disekelilingnya. beliau memohon kepada
Allah agar kepada kaumnya masyarakat Sodom diberi pengajaran berupa azab di
dunia sebelum azab yang menanti mereka di akhirat kelak.
Kisah tamu misterius
Permohonan Nabi Luth dan doanya diperkenankan dan
dikabulkan oleh Allah SWT. Dikirimkanlah kepadanya tiga orang malaikat menyamar
sebagai manusia biasa. Mereka adalah malaikat yang bertemu kepada Nabi Ibrahim
dengan membawa berita gembira atas kelahiran Nabi Ishak, dan memberitahu kepada
mereka bahwa dia adalah utusan Allah dengan tugas menurunkan azab kepada kaum
Luth penduduk kota Sodom. Dalam kesempatan pertemuan mana Nabi Ibrahim telah
mohon agar penurunan azab keatas kaum Sodom ditunda, kalau-kalau mereka kembali
sadar mendengarkan dan mengikuti ajakan Luth serta bertobat dari segala maksiat
dan perbuatan mungkar. Juga dalam pertemuan itu Nabi Ibrahim mohon agar anak
saudaranya, Luth diselamatkan dari azab yang akan diturunkan ke atas kaum Sodom
permintaan mana oleh para malaikat itu diterima dan dijamin bahwa Luth dan
keluarganya tidak akan terkena azab.
Para malaikat itu sampai di Sodom dengan menyamar
sebagai lelaki muda yang berparas tampan dan badan yang berotot, tegap dan sasa
tubuhnya. Dalam perjalanan mereka hendak memasuki kota, mereka berselisih
dengan seorang gadis yang cantik dan ayu sedang mengambil dari sebuah perigi.
Lelaki muda (malaikat) bertanya kepada si gadis kalau-kalau mereka diterima di
rumah sebagai tamu. Si gadis tidak berani memberi keputusan sebelum ia beruding
terlebih dahulu dengan keluarganya. Maka ditngglkanlah para lelaki muda itu
oleh lalu pulang ke rumah cepat-cepat untuk memberitahu ayahnya (Luth).
Mendengar kabar berita anak perempuannya, Nabi Luth
menjadi bingung, jawaban apa yang harus ia berikan kepada para pendatang yang
ingin bertamu ke rumahnya untuk beberapa waktu, namun menerima tamu yang
berparas tampan dan kacak akan mengundang risiko gangguan kepadanya dan kepada tamu
dari kaumnya yang tergila-gila untuk melakukan hubungan seks sejenis dengan
anak muda yang mempunyai tubuh bagus dan paras wajah elok. Sedang kalau hal
yang demikian itu terjadi ia sebagai tuan rumah harus bertanggungjawab terhadap
keselamatan tamunya, padahal ia merasa bahwa ia tidak akan berdaya menghadapi
kaumnya yang bengis-bengis dan haus maksiat itu.
Nabi Luth memutuskan untuk menerima lelaki-lelaki muda
itu sebagai tetamu di rumahnya. Luth hanya pasrah kepada Allah dan berlindung
sekiranya terdapat segala rintangan yang akan datang. Lalu pergilah ia sendiri
menjemput tamu yang sedang menanti di pinggir kota dan diajaklah mereka
bersama-sama ke rumah. Ketika itu, kota Sodom sudah diliputi kegelapan dan
manusianya sudah nyenyak tidur di rumah masing-masing.
Nabi Luth telah pun berpesan kepada isteri dan kedua
puterinya agar merahasiakan kedatangan anak-anak lelaki muda itu. Jangan sampai
terdengar dan diketahui oleh kaumnya. Namun, kedegilan isteri Nabi Luth, yang
juga sehaluan dan sependirian dengan penduduk Sodom, telah membocorkan berita
kedatangan tetamu Luth kepada mereka. Berita kedatangan tamu Luth tersebar
karena isteri Nabi Luth. Datanglah beramai-ramai lelak-lelaki Sodom, yang buta
seks ini, ke rumah Nabi Luth, berhajat untuk memuaskan nafsu seksual mereka,
setelah lama tidak mendapat anak muda. Berteriaklah mereka memanggil Luth untuk
lepas anak-anak muda itu, agar diberi kepada mereka untuk memuaskan nafsu.
Dengar teriakan mereka, Nabi Luth tidak membuka pintu
bagi mereka dan berseru agar mereka kembali ke rumah masing-masing dan jangan
menggunggu tamu yang datangnya dari jauh yang sepatutnya dihormati dan
dimuliakan. Mereka diberi nasihat agar meninggalkan perbuatan kebiasaan mereka
yang keji itu. Perbuatan mereka yang bertentangan dengan fitrah manusia dan
kodrat alam di mana Allah telah menciptakan manusia berpasangan antara lelaki
dengan perempuan untuk menjaga kelangsungan perkembangan umat manusia sebagai
mahluk yang termulia di atas bumi. Nabi Luth berseru agar mereka kembali kepada
isteri-isteri mereka dan meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar yang tidak
senonoh, sebelum mereka dilanda azab dan seksaan Allah.
Seruan dan nasihat-nasihat Nabi Luth tidak dihiraukan
dan dipedulikan, mereka bahkan mendesak akan menolak pintu rumahnya dengan
paksa dan kekerasan jika pintu tidak di buka dengan sukarela. Merasa dirinya
sudah tidak berdaya untuk menahan arus orang-orang lelaki kaumnya itu yang akan
memaksakan kehendaknya dengan kekerasan berkatalah Nabi Luth secara terus
terang kepada para tamunya: "Sesungguhnya aku tidak berdaya lagi menahan
orang-orang itu menyerbu ke dalam. Aku tidak memiliki senjata dan kekuatan
fisik yang dapat menolak kekerasan mereka, tidak pula mempunyai keluarga atau
sanak saudara yang disegani mereka yang dapat aku mintai pertolongannya, maka
aku merasa sangat kecewa, bahwa sebagai tuan rumah aku tidak dapat menghalaukan
gangguan terhadap tamu di rumahku sendiri. Mendengar keluh-resah Nabi Luth,
lantas anak-anak muda itu memberitahu hal yang sebenar, mereka adalah
malaikat-malaikat yang menyamar sebagai manusia yang diutus oleh Allah untuk
menurunkan azab dan siksa atas rakyatnya karena segala kemungkaran dan
kemaksiat yang keji dan kotor.
Malaikat-malaikat itu menyuruh Nabi Luth membuka pintu
rumahnya seluas mungkin agar dapat memberi kesempatan bagi orang-orang yang
hauskan seks dengan lelaki itu masuk. Namun malangnya apabila pintu dibuka dan
para penyerbu memijakkan kaki untuk masuk, tiba-tiba gelaplah pandangan mereka
dan tidak dapat melihat sesuatu. Malaikat-malaikat tadi telah membutakan mata
mereka. Lalu, diusap-usap dan digosok-gosok mata mereka, ternyata mereka sudah
menjadi buta.
Sementara para penyerbu rumah Nabi Luth berada dalam
keadaan kacau balau berbentur antara satu dengan lain berteriak-teriak bertanya-tanya
gerangan apa yang menjadikan mereka buta dengan mendadak berseru kepada Nabi
Luth agar segera meninggalkan perkampungan itu bersama keluarganya, karena
masanya telah tiba bagi azab Allah yang akan ditimpakan. Para malaikat berpesan
kepada Nabi Luth dan keluarganya agar perjalanan ke luar kota jangan seorang
pun dari mereka menoleh ke belakang.
Nabi Luth keluar dari rumahnya sehabis tengah malam,
bersama keluarganya terdiri dari seorang isteri dan dua puterinya berjalan
cepat menuju keluar kota, tidak menoleh ke kanan mahupun ke kiri sesuai dengan
petunjuk para malaikat yang menjadi tamunya. Akan tetapi si isteri yang menjadi
musuh dalam selimut bagi Nabi Luth tidak tergamak meninggalkan kaumnya. Ia
berada di belakang rombongan Nabi Luth berjalan perlahan-lahan tidak secepat
langkah suaminya dan tidak henti-henti menoleh ke belakang karena ingin
mengetahui apa yang akan menimpa atas kaumnya, seakan-akan meragukan kebenaran
ancaman para malaikat yang telah didengarnya sendiri. Dan begitu langkah Nabi
Luth berserta kedua puterinya melewati batas kota Sodom, sewaktu fajar
menyingsing, bergetarlah bumi dengan dahsyatnya di bawah kaki rakyat Sodom,
tidak terkecuali isteri Nabi Luth yang munafiq itu. Getaran itu mendahului
suatu gempa bumi yang kuat dan hebat disertai angin yang kencang dan hujan batu
sijjil yang menghancurkan dengan serta-merta kota Sodom berserta semua
penghuninya. Bertebaran mayat-mayat yang dilaknat oleh Allah SWT di kota Sodom,
dan hancurlah kota tersebut yang berada di laluan manusia yang lalu-lalang.
Namun, masih ditinggalkan kesan-kesan kehancuran kota tersebut oleh Allah SWT,
sebagai peringatan kaum yang kemudian yang melalui di jalan tersebut.
Demikianlah kebesaran dan ayat Allah yang diturunkan untuk menjadi pengajaran
dan ibrah bagi hamba-hamba-Nya yang mendatang.
Diberdayakan oleh Blogger.







