Posted by : Joko
6 Apr 2016
Amalan yang Berkaitan dengan Shalat
[1] Shalat sunnah fajar
Nabi Shallallahu
‘alahi wa sallam menyebutkan keutamaan shalat sunnah 2 raka’at sebelum shalat
shubuh dalam sabdanya (yang artinya),
“Dua raka’at shalat sunnah shubuh lebih baik daripada
dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim)
[2] Shalat sunnah
setelah matahari terbit
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),
“Siapa yang shalat Shubuh berjama’ah, kemudian dia
duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian dia shalat 2
raka’at, maka baginya pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna.” (HR.
At-Tirmidzi)
[3] Shalat sunnah
dhuha
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),
“Tiap pagi ada kewajiban sedekah bagi tiap ruas tulang
kalian, setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap
takbir adalah sedekah, memerintahkan untuk melakukan kebaikan adalah sedekah,
melarang dari kemungkaran adalah sedekah, dan semua itu dapat tercukupi dengan
melakukan dua raka’at shalat dhuha.” (HR. Muslim)
[4] Shalat sunnah
rawatib
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),
“Seorang hamba yang muslim melakukan shalat sunnah
yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) 12 raka’at dalam setiap hari, maka
Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” (HR. Muslim)
Shalat sunnah tersebut
ialah 2 raka’at sebelum shubuh, 4 raka’at sebelum zhuhur, 2 raka’at setelah
zhuhur, 2 raka’at setelah maghrib, dan 2 raka’at setelah ‘isya.
[5] Shalat sunnah
setelah wudhu
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),
“Tidaklah seorang muslim berwudhu’ kemudian ia
baguskan wudhu’nya, lalu ia berdiri shalat dua raka’at dengan menghadapkan hati
dan wajahnya pada dua raka’at itu, melainkan surga wajib baginya.” (HR. Muslim)
[6] Shalat Jenazah
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),
“Barangsiapa yang shalat jenazah dan tidak ikut
mengiringi jenazahnya, maka baginya (pahala) satu qiroth. Jika ia sampai
mengikuti jenazahnya, maka baginya (pahala) dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa
yang dimaksud dua qiroth?” “Ukuran paling kecil dari dua qiroth adalah semisal
gunung Uhud”, jawab beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Muslim)
Amalan yang Berkaitan dengan Puasa
[1] Puasa ‘Asyura dan
Puasa ‘Arafah
Abu Qatadah Al
Anshariy berkata, ‘Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya
mengenai keutamaan puasa ‘Arafah?’ Beliau menjawab,
“Puasa ‘Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu
dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa
’Asyura? Beliau menjawab, “Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”
(HR. Muslim)
[2] Puasa sunnah senin
dan kamis
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),
“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari
Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang
berpuasa.” (HR. At-Tirmidzi)
Amalan yang Berkaitan dengan Dzikir
[1] Membaca Al-Quran
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),
“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka
baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi
sepuluh kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu
huruf dan Miim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi)
[2] Membaca Tasbih dan
Tahmid
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),
“Barangsiapa yang membaca:’subhanallahi wa bihahmdih’,
sebanyak seratus kali sehari, akan diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih
di lautan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),
“Ada dua kalimat yang ringan di lidah tetapi berat
timbangannya, amat disukai oleh Allah Ar-Rahman: ’subhanallahi wa bihahmdih
subhanallahil ‘azhim’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
“Barangsiapa yang mengucapkan:’subhanallahil ‘azhim wa
bi hamdih’, akan ditanamkan baginya sebuah pohon kurma di surga.” (HR.
At-Tirmidzi dan Al-Hakim)
[3] Membaca Tahlil
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,
“Barangsiapa yang mengucapkan:’laa ilaha illallah
wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in
qadiir’, sebanyak sepuluh kali, seperti orang yang membebaskan budak dari
keturunan Ismail.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
[4] Membaca Hauqalah
Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
berkata kepada Abdullah bin Qois -nama dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu
‘anhu-: “Hai Abdullah bin Qois, ucapkanlah laa haula wa laa quwwata illaa
billah, sesungguhnya ia salah satu harta simpanan di surga.” (HR. Al-Bukhari dan
Muslim)
Doa
“Tidaklah seorang
muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan
silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal:
[1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya
di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang
semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak
berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang
memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad 3/18, dari Abu
Sa’id. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid)
Penutup
Semoga kita senantiasa
diberikan hidayah oleh Allah dan kemudahan untuk melaksanakan amalan di atas.
Namun yang terpenting, bukanlah besarnya amalan yang dilakukan, namun rutinnya
amalan yang kita lakukan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
(yang artinya),
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah
amalan yang kontinyu walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim)
Diberdayakan oleh Blogger.







